Jumat, 10 Januari 2014

Apa itu FILUM ANNELIDA



FILUM ANNELIDA
Untuk mengetahui pengetahuan yang lebih dalam lagi dalam filum annelida kita akan mempelajari ciri, struktur dan fungsi tubuh, cara hidup dan habitat , serta klasifikasi filum annelida.

A.     Ciri ciri – ciri Filum Annelida
Pada umumnya, semua makhluk hidup mempunyai ciri – ciri begitu juga dengan filum annelida. Filum annelida memiliki ciri – ciri sebagai berikut:
  • Memiliki tubuh yang memanjang, bilateral simetris, dan bersegmen
  • Memiliki septa yang memisahkan tiap segmennya
  • Memiliki tiga lapisan dinding (Triploblastis) yaitu ektoderm, mesoderm, dan endoderm
  • Memiliki tubuh beruas-ruas yang dilapisi lapisan kutikula
  • Mempunyai seta sebagai alat gerak . Seta terdiri dari notopodium, neuropodium, acicula & otot yang bekerja untuk berjalan, merangkak, bersembunyi atau berenang.
  • Mempunyai parapodia yang terdiri dari sejumlah seta
  • Annelida hidup di air laut, air tawarn daratan dan  atau hidup bebas serta sebagai parasit bagi organism lain.
  • System pencernaan makanan sempurna yang terdiri atas mulut, faring, esophagus, usus dan anus
  • System pererdaran darah tertutup dan darah berwarna merah
  • System sarafnya terdiri atas ganglion otak dan tali saraf yang tersusun sebagai tangga tali.
  • Sysetem reproduksi secara seksual/generatif yaitu dengan pembentukkan gamet, sedangkan reproduksi secara aseksual/ vegtatif dengan fragmentasi
  • System ekskresi dilakukan oleh organ ekskresi yang terdiri dari nefridia, nefrostom, dan nefrotor.
  • Alat gerak: kontraksi otot tubuh dan setae (rambut kaku) pada tiap segmen (polygochaeta dan olygochaeta)
  • Tidak mempunyai sistem respirasi sehingga pernapasan dilakukan melalui kulit atau dengan insang dan hanya dapat terjadi ketika kulit lembab.
  • Sebagian besar anggotanya menghasilkan larva yang bersilia yang disebut larva trokofor.
B.     Stuktur dan Fungsi Tubuh Annalida
Annelida memiliki segmen di bagian luar dan dalam tubuhnya. Terdapat sekat antara satu segmen dengan segmen lainya yang disebut septa.Pembuluh darah, sistem ekskresi, dan sistem saraf di antara satu segmen dengan segmen lainnya saling berhubungan menembus septa.
Rongga tubuh Annelida berisi cairan yang berperan dalam pergerakkan annelida dan sekaligus melibatkan kontraksi otot.
Ototnya terdiri dari otot melingkar (sirkuler) dan otot memanjang (longitudinal).
Sistem pencernaan annelida sudahlah lengkap. Sistem peredaran darah tertutup karena Annalida sudah memiliki pembuluh darah dan berwarna merah karena darahnya mengandung hemoglobin. Sistem saraf Annelida adalah sistem saraf tangga tali. Terdiri dari ganglion otak dihubungkan dengan tali saraf yang memanjang sehingga berupa tangga tali. Ganglia otak terletak di depan faring pada anterior. Susunan syaraf terdiri atas anterior, dorsal ganglionic mass yang disebut otak. Sistem ekskresi dilakukan oleh organ ekskresi yang terdiri dari nefridia, nefrostom, dan nefrotor. Nefridia (tunggal – nefridium) merupakan organ ekskresi yang terdiri dari saluran. Nefrostom merupakan corong bersilia dalam tubuh. Nefrotor merupakan pori permukaan tubuh tempat kotoran keluar. Sistem respirasi yang terjadi pada Annelida dengan cara aerob, O­2 & CO2 melalui kulit menggunakan epidermis pada seluruh permukaan tubuh, namun ada juga yang menggunakan insang pada polychaeta. Hanya terjadi ketika kulit dalam kondisi lembab. Sistem reproduksi secara seksual yaitu debgan cara konjugasi, pembentukkan gamet atau dengan pembuahan silang secara internal oleh Annelida hermafrodit sedangkan aseksual dengan cara pembelahan tubuh yang dilakukan oleh Annelida gonokoris, fragmentasi dan regenerasi.
C.      Cara Hidup dan Habitat
Pada umumnya, Annelida hidup bebas di tanah lembab atau berpasir, pohon, perairan tawar dan perairan asin. Beberapa jenis Annelida hidup bebas dan juga hidup sebagai ektoparasit yaitu parasit (merugikan karena menempel pada inangnya) dibagian luar tubuh inang. Habitat Annelida umumnya berada di dasar laut dan perairan tawar, dan juga ada yang sebagian hidup di tanah atau tempat-tempat lembab. Annelida hidup di berbagai tempat dengan membuat liang sendiri


D.     Klasifikasi Annalida
Klasikasi filum annalida dibagi menjadi 3 kelas yaitu Annelida dibagi menjadi tiga kelas, yaitu Polychaeta (cacing berambut banyak), Oligochaeta (cacing berambut sedikit), dan Hirudinea.
1.      Polychaeta
polychaeta
Klasifikasi:
Kigdom     : Animalia
      Phylum      : Chaetopoda
Ordo          : Polycheta
Familia      : Nereidae
                  Genus        : Nereis
Spesies      : Nereis vireis
       Polychaeta (dalam bahasa yunani, poly = banyak, chaetae = rambut kaku) merupakan annelida berambut banyak.Tubuh Polychaeta dibedakan menjadi daerah kepala (prostomium) dengan mata, antena, dan sensor palpus. Contoh :
  • Eunice viridis (Cacing palolo)
  • Lysidice oele (Cacing wawo)
  • Sabellastarte indica (Cacing kipas)
  • Marphysa sanguine
  • Nereis virens
            Ciri khas kelas Polychaeta memiliki banyak rambut (seta) pada permukaan tubuhnya. Polychaeta memiliki sepasang struktur seperti dayung yang disebut parapodia (tunggal = parapodium) pada setiap segmen tubuhnya. Parapodia adalah kaki seperti dayung (sirip) atau tonjolan kaki yang berfungsi sebagai alat gerak yang digunakan untuk berenang sekaligus bertindak sebagai alat pernafasan Pada parapodia juga terdapat insang. Seluruh anggotanya hidup di air laut dan bersifat gonokoris. Setiap parapodium memiliki rambut kaku yang disebut seta yang tersusun dari kitin.
            Anggota species cacing jenis ini paling banyak di antara cacing yang lain. Pada cacing ini, alat kelamin cacing jantan dan betina sudah dapat dibedakan, larvanya bersilia, dan dapat bergerak bebas yang disebut dengan trokopor. Anggota yang terkenal jenis ini adalah cacing palolo (Eunice viridis) dan cacing wawo (Lysidice oele). Cacing ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan yang mengandung protein tinggi.
            Hewan ini memiliki sepasang rahang dan faring yang dapat bergerak dengan cepat, yang memungkinkan untuk menangkap mangsanya. Saluran pencernaan merupakan tabung sederhana, biasanya dengan bagian perut di setiap segmen. Parapodia juga mengandung pembuluh darah halus sehingga dapat berfungsi sebagai insang untuk bernapas. Darah mengalir maju dalam pembuluh dorsal, di atas perut, dan kembali kembali ke tubuh dalam pembuluh ventral, di bawah usus. Pembuluh darah sendiri kontraktil, membantu untuk mendorong darah bersama, sehingga sebagian besar spesies tidak membutuhkan hati.
            Polychaeta memiliki kelamin terpisah. Perkembangbiakannya dilakukan dengan cara seksual. Pembuahannya dilakukan di luar tubuh. Polychaeta dibagi meenjadi dua kelompok yaitu Polychaeta Erratia dan Sedentaria. Penggolongan itu di dasarkan perkrmbangan anterior dan cara hidup hewan dari masing-masing kelompok.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar