Jumat, 10 Januari 2014

Jenis Psikotropika

Amphetamine

Amfetamin adalah stimulansia susunan saraf pusat seperti kokain, kafein, dan nikotin. Pada waktu perang dunia ke II, senyawa ini banyak digunakan untuk efek stimulansia yaitu meningkatkan daya tahan prajurit dan penerbang, menghilangkan rasa letih, kantuk dan lapar, serta meningkatkan kewaspadaan. Di samping itu, zat ini juga meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung yang dapat menyebabkan stroke maupun serangan jantung. Seusai perang zat-zat ini sering kali disalahgunakan mahasiswa dan pengemudi mobil truk untuk memberikan perasaan nyaman (euphoria) serta meningkatkan rasa kantuk dan letih.
Dalam bidang pengobatan, dulu amfetamin dipakai untuk mengobati banyak macam penyakit antara lain depresi ringan, parkinsonisme, skixofrenia, penyakit meniere, buta malam, dan hipotensi, sedangkan pada masa sekarang hanya ada 3 indikasi medis penggunaan amfetamin yaitu pengobatan markolepsi, gangguan hiperkinetik pada anak, dan obesitas.
Overdosis dapat menimbulkan kekacauan pikiran, delirium, halusinasi, perilaku ganas, dan aritmia jantung. Ketergantungan fisik maupun psikis, dan toleransi dapat terjadi dengan cepat pada pengguna kronis. Bila penggunaan dihentikan secara mendadak, timbul gejala putus obat (withdrawal symptooms) dan jika digunakan pada saat mengalami depresi, setelah menghentikan pemakaian maka depresinya akan semakin berat sampai menjurus pada percobaan bunuh diri.
Ecstasy
Ecstasy pada tahun 1914 dipasarkan sebagai obat penekan nafsu makan. Pada tahun 1970-an, obat ini digunakan di Amerika Serikat sebagai obat tambahan pada psikoterapi dan kemudian dilarang pada tahun 1985. Sekarang ini ecstasy banyak digunakan oleh para pecandu di banyak Negara juga di Indonesia terutama oleh para remaja dan kalangan eksekutif di tempat-tempat hiburan sehingga disebut juga party drug atau dance drug. 
Karena ecstasy dibuat dari bahan dasar amfetamin, maka efek yang ditimbulkannya juga mirip, seperti mulut kering, jantung berdenyut lebih cepat, berkeringat, mata kabur dan demam tinggi, ketakutan, sulit konsentrasi, dan seluruh otot nyeri.
Shabu
Nama shabu adalah nama julukan terhadap zat metamfetamin yang mempunyai sifat stimulansia yang lebih kuat disbanding turunan amphetamine yang lain. Bentuk putih seperti kristal putih mirip bumbu penyedap masakan, tidak berbau, mudah larut dalam air dan alkohol serta rasanya menyengat. 
Setelah pemakaian shabu, pengguna akan merasakan hal-hal sebagai berikut:
1.    Merasa bersemangat karena kekuatan fisiknya meningkat
2.    Kewaspadaan meningkat
3.    Menambah daya konsentrasi
4.    Menyebabkan rasa gembira luar biasa
5.    Kemampuan bersosialisasi meningkat
6.    Insomnia, mengurangi nafsu makan
7.    Penyalahgunaan pada saat hamil bisa menyebabkan komplikasi pralahir, meningkatkan kelahiran premature atau menyebabkan perilaku bayi yang tidak normal.
Dalam pemakaian jangka panjang penggunaan shabu akan menimbulkan gangguan serius pada kejiwaan dan mental, pembuluh darah rusak, rusaknya ujung saraf dan otot, kehilangan berat badan, tekanan darah sistolik dan diastolik meningkat, dan terjadi radang hati.

DEPRESIVA
Depresiva merupakan obat-obat yang bekerja mengurangi kegiatan dari SSP sehingga dipergunakan untuk menenangkan saraf atau membuat seseorang mudah tidur.
 2.            DEPRESIVA
            Menurut M. Ridha Ma’roef (1976 : 56) bahwa “depresiva adalah obat-obatan yang bekerja mempengaruhi otak dan SPP yang didalam pemakaiannya dapat menyebabkan timbulnya depresi pada si pemakai.”
 Efek yang dicari dalam penggunaan depresiva adalah rasa susah hilang, ada rasa tenang dan nyaman yang kemudian mungkin membuat seseorang tidur.
            Di dalam medis biasanya obat-obat depresiva dipergunakan untuk :
1.         Membuat tenang pasien, karena mengurangi rasa cemas (gelisah) dan meredakan ketegangan emosi dan jiwa;
2.         Membantu pasien untuk memudahkan tidur;
3.         Membantu dalam proses penyembuhan darah tinggi;
4.         Pengobatan pasien dalam kasus epilepsy (ayan).


HALUSINOGEN
Halusinogen disebut juga psikodelika. Pada tahun 1954, A. Hoffer dan H. Osmond memperkenalkan istilah halusinogen untuk memberi nama pada zat-zat tertentu yang dalam jumlah sedikit dapat mengubah persepsi, pikiran, dan perasaan seseorang serta menimbulkan halusinasi. Sebagin zat tersebut merupakan senyawa sintetik, sedangkan selebihnya terdapat secara alamiah dan telah lama digunakan oleh berbagai masyarakat secara tradisonal.



Resiko akan ketergantungan psikis bisa kuat sedangkan ketergantungan fisik biasanya ringan sekali. Toleransi dapat terjadi tetapi penghentian penggunaannya tidak menyebabkan abstinensia. Zat-zat ini menyebabkan distorsi penglihatan dan pendengaran antara lain mampu menimbulkan efek khayalan, juga menyebabkan ketegangan dan depresi. Salah satu kekhususan zat-zat ini adalah pengaruhnya terhadap akal budi dengan menghilangkan daya seleksi dan kemampuan mengkoordinasi persepsi dan rangsangan dari dunia luar. Dalam dosis lebih tinggi dapat mengakibatkan perasaan ketakutan, kebingungan, dan panic yang biasanya disebut bad trip/flip.

SEDATIF-HIPNOTIK (Benzodiazepin/BDZ)
Sedatif (obat penenang) dan hipnotikum (obat tidur). Nama jalanan BDZ antara lain BK, Lexo, MG, Rohip, Dum. Cara pemakaian BDZ dapat diminum, disuntik intravena, dan melalui dubur. Ada yang minum BDZ mencapai lebih dari 30 tablet sekaligus. Dosis mematikan/letal tidak diketahui dengan pasti. Bila BDZ dicampur dengan zat lain seperti alkohol, putauw bisa berakibat fatal karena menekan sistem pusat pernafasan. Umumnya dokter memberi obat ini untuk mengatasi kecemasan atau panik serta pengaruh tidur sebagai efek utamanya, misalnya aprazolam/Xanax/Alviz.
•    Akan mengurangi pengendalian diri dan pengambilan keputusan.
•    Menjadi sangat acuh atau tidak peduli dan bila disuntik akan menambah risiko terinfeksi HIV/AIDS dan hepatitis B & C akibat pemakaian jarum bersama.
Obat tidur/hipnotikum terutama golongan barbiturat dapat disalahgunakan misalnya seconal.
•    Terjadi gangguan konsentrasi dan keterampilan yang berkepanjangan.
•    Menghilangkan kekhawatiran dan ketegangan (tension).
•    Perilaku aneh atau menunjukkan tanda kebingungan proses berpikir.
•    Nampak bahagia dan santai.
•    Bicara seperti sambil menelan (slurred speech).
•    Jalan sempoyongan.
•    Tidak bisa memberi pendapat dengan baik.



LEXOTAN ® diindikasikan untuk pengobatan dari semua
kondisi yang muncul dari reaksi terlalu emosional untuk
situasi stres dan konflik:
Efek samping
LEXOTAN ® ditoleransi dengan baik. Efek samping seperti kelelahan, mengantuk dan jarang kelemahan otot dapat terjadi dengan dosis tinggi.
beberapa dampak keganasan pil lexotan a.k.a pil anjing, bila anda mengkonsumsinya.
* Sensitif, mudah marah dan berakhir dengan keributan.
* Kepedean, Arogan (Sombong), Premanisme, dan Brutal,
* Dan yang terakhir, pemakai lexotan ironisnya gak pernah merasa lapar. selalu semangat 45, selama dosisnya masih beraksi. minimal 2-3 hari, setelah itu normal lagi.

Rohypnol adalah nama merek untuk Flunitrazepam, yang diproduksi oleh Hoffman-La Roche. Tablet putih kecil adalah obat penenang yang sangat kuat dan dapat menekan sistem saraf pusat seseorang.
Efek samping
Obat ini menyebabkan amnesia atau rasa malu bila dicampur dengan Minuman beralkohol. Seseorang yang mengambil Rohypnol akan merasa mengantuk dan santai, mirip dengan bagaimana seseorang akan merasa jika dia sedang mabuk. Efek samping yang umum adalah mual, pusing dan kesulitan dengan berbicara dan gerakan motorik. Seringkali, orang mengalami pemadaman, yang termasuk kerugian lengkap memori dan disorientasi. Seorang wanita di bawah pengaruh Roofies mungkin tidak bisa mengingat serangan atau penyerangnya. Dia mungkin tidak memiliki kenangan tentang apa yang terjadi padanya sekitar waktu serangan.


Pil BK
HYPNOTIC DRUGS / PIL BK Pil bk adalah obat-obatan yang bersifat hipnotik dan sedatif yang di sering digunakan dokter untuk mengobati pasien yang menderita insomnia (susah tidur) atau stress berat karena jika dikonsumsi sesuai dengan dosis yang dianjurkan akan membantu membuat si pasien tidur pulas. Akan tetapi pil bk bisa menyebabkan kecanduan jika pemakaiannya dihentikan secara tiba-tiba yaitu akan menyebabkan si pasien menjadi semakin parah insomnianya, banyak mengalami mimpi buruk, stress, dan otot-otot yang mudah keram.
Efek saming
Jika pil bk dikonsumsi dalam dosis tinggi maka akan mengakibatkan si pemakainya menjadi mabuk teler, dengan ciri-ciri antara lain: 1. bicaranya gak jelas 2. emosi menjadi labil sehingga mudah marah dan tersinggung 3. menjadi berkepribadian ganda (schizophrenia) 3. berani untuk melakukan hal-hal yang tidak mungkin dilakukannya ketika masih sadar 4. lupa akan kejadian saat mabuk pada saat si pemakai menjadi sadar karena harganya yang relatif murah pil bk ini banyak disalah gunakan oleh kalangan masyarakat menengah kebawah.
Dampak
orang yang memakainya menjadi berani untuk berantem atau bertindak anarkhi, ada yang menjadi berani untuk mengemis, mencuri atau merampok, ada yang menjadi berani untuk mencari teman kencan, bahkan ada pula yang jadi berkeinginan untuk bunuh diri.



Pil magadon 

pil2 ini sudah beredar sampai desa2 terpencil diseluruh Indonesia. Paling banyak dikonsumsi baik anak2 usia SD, SMP, SMU, Mahasiswa dan juga rakyat golongan menengah kebawah. mudah didapat, tetapi pil ini sangat ganas karena membuat orang menderita ketergantungan terus menerus, beringas, maunya berkelahi, Szisoprenia (gila), halusinasi, sehingga nantinya generasi penerus banyak yang menderita gila. Dan pil2 ini sangat mengancam kehidupan masyarakat.
Efek samping
Gelisah, Emosional, Mata Merah, Uring2an, Keringat Dingin, badan sakit semua.
dampak
Ngomong terus, tapi suara tidak jelas seperti orang mabuk, menjadi berani, cepat marah, beringas dan maunya ngajak ribut dan berantem saja.
Akibat :
Organ2 tubuh rusak, terutama otak, dan syaraf. Ketergantungan terus menerus, halusinasi, gila, beringas, emosional, suka berantem dan bikin onar, bikin ribut, karena beringas bisa membunuh orang dengan kepala dingin tanpa sadar, Jadi kecenderungannya adalah merusak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar